Fish

Digital clock

Senin, 14 Mei 2012

Porositas Tanah


I. PENDAHULUAN
1. 1 Latar belakang
Porositas atau ruang pori total adalah volume seluruh pori dalam suatu volume tanah yang dinyatakan dalam persen. Porositas total merupakan indikator awal yang paling mudah untuk mengetahui apakah suatu tanah mempunyai struktur yang baik atau jelek.
            Porositas mencerminkan kesrangan tanah untuk dilalui aliran massa air (permabilitas, jarak per waktu) atau kecepatan aliran air untuk melewati massa tanah. Kedua indikator ini ditentukan oleh semacam pipa berukuran nonkapiler (yang terbentuk dari pori-pori makro dan meso yang berhubungan secara kontinu) didalam tanah.
            Porositas sangat menentukan nilai bulk density. Semakin besar pori maka semakin rendah kerapatan massanya dan semakin rendah jumlah pori maka semakin tinggi nilai kerapatan massa. Jumlah pori dari permukaan sampai lapisan dalam semakin berkurang, hal ini menyebabkan semakin dalam lapisan tanah maka semakin besar nilai bulk density.
            Berdasarkan uraian diatas maka perlu diadakan praktikum porositas agar dapat diketahui hubungan porositas dengan bulk density.





1. 2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilakukannya praktikum porositas yaitu untuk mengetahui porositas tanah pada tanah Inceptisols. Kegunaan dari praktikum ini yaitu untuk menentukan tingkat pengolahan tanah yang memiliki nilai porositas tersebut.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Porositas
Pori-pori tanah adalah bagian tanah yang tidak terisi bahan padat tanah (terisi oleh udara dan air). Pori-pori  tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori  kasar (makro porous) dan pori-pori  halus (mikro porous). Pori-pori kasar berisi udara atau air gravitasi (air yang mudah hilang kerena gaya gravitasi), sedang pori-pori halus berisi air kapiler atau udara ( Hardjowigeno, 2007).
            Porositas adalah porositas ruang pori total (ruang kosong) yang terdapat dalam satuan volume tanah yanag dapat ditempati oleh air dan udara, sehingga merupakan indikator kondisi drainase dan aerasi tanah. Tanah yang porous artinya tanah yang cukup mempunyai ruang pori untuk pergerakan air tanah dan udar bebas bergerak secara leluasa didalam tanah (Buckman dan Brady, 2002).
Porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori  tanah dibedakan menjadi pori-pori  kasar dan pori-pori halus, pori-pori kasar berisi udara dan air gravitasi sedangkan pori-pori  halus berisi udara atau sedangkan pori-pori halus berisi udara dan air kapiler. Tanah-tanah  pasir sulit menahan air sehingga tanaman cepat sekali kering, ini disebabkan  karena tanah-tanah pasir mempunyai pori-pori  kasar lebih banyak (Buckman dan Brady, 2002). 
Ruang pori-pori total pada tanah berpasir semakin rendah, tetapi sebagian besar dari pori-pori itu terdiri dari pori-pori yang besar dan sangat efisiensi dalam lalu lintas air maupun udara. Persentase volume yang ditempati oleh pori-pori  kecil, dalam tanah berpasir adalah rendah, yang menunjukkan kapasitas memegang air yang rendah, (Buckman dan Brady, 2002).
Tanah dengan struktur remah pada umumnya mempunyai porositas yang terbesar. Pengolahan tanah untuk sementara waktu dapat memperbesar porositas, namun dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan menurunnya porositas. Oleh karena itu untuk memperbesar porositas tanah tindakan yang perlu dilakukan dengan penambahan bahan organik atau melakukan pengolahan tanah minimum. Pengolahan tanah akan menyebabkan rusaknya struktur tanah. Nilai porositas dapat diperoleh dari nilai bulk density dan particle density (Tim Dosen dan Asisten, 2010).
2. 3 Pengaruh Porositas terhadap Produktivitas Tanaman dan Faktor-   
       Faktor yang Mempengaruhinya.
Porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Porositas tanah tinggi kalau bahan organik tinggi. Tanah-tanah dengan struktur granular atau remah, mempunyai porositas yang lebih tinggi daripada tanah-tanah dengan struktur massive (pejal). Tanah dengan tekstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air (Hardjowigeno, 2007).
III. METODOLOGI
3. 1  Tempat dan Waktu             
Praktikum pengamatan porositas dilaksanakan di laboratorium kimia tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar yang berlangsung pada hari Rabu, 3 Nopember 2010, Pukul 01.30 WITA sampai selesai.
3. 2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu kalkulator. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu hasil bulk density dan hasil particle density.
3. 3 Prosedur Kerja
1. Menghitung nilai bulk density dan particle density contoh tanah;
2. Menghitung nilai porositas dengan persamaan sebagai berikut:
     Porositas =

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar